Home > Cerita Masa Lalu, Personal Life > Siapa bilang ikhlas itu tidak dibayar?!

Siapa bilang ikhlas itu tidak dibayar?!


Ada satu penjelasan yang menarik dari Mario Teguh. Sang Motivator menjelaskan begini : SIAPA BILANG BAHWA IKHLAS ITU TIDAK DIBAYAR? Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, dan sebaik-baik pembayar adalah Tuhan. Maka, jiwa yang ikhlas hidup dan bekerja bagi kebahagiaan sesamanya, akan diurus LANGSUNG oleh Tuhan. Dan jika Tuhan membayar, DIA membayar dengan kesehatan, kedamaian, keluarga, dan derajat yang tidak bisa dibeli oleh siapa pun.

Menarik sekali apa yang dikatakan Sang Motivator itu. Dan, buatku, perkataan Mario Teguh itu 100% benar. Ada satu pengalaman yang pernah aku alami pada saat kuliah yang relevansinya berhubungan dengan perkataan Mario Teguh. Ketika itu, aku membeli satu handphone di Jalan Gejayan (sekarang Jalan Afandi). Handphone itu aku beli dengan jerih payah beasiswa dan bantuan dari orang tuaku. Pastinya, aku sangat senang sekali bisa membeli handphone yang sedang ngetrend pada masa itu (2007).

Beberapa waktu kemudian, ada telpon dari Kepolisian. Polisi itu berkata kalau handpohone yang aku beli adalah handphone curian. Kaget, dan aku coba konfirmasi ke counter tempat aku beli handphone Dan counter itu bilang kalo handphone itu adalah handphone bukan curian.

Ditengah kebingungan, akhirnya Pak Polisi mengajakku ketemuan di salah satu mall. Polisi itu membawa korban yang kehilangan handphone dan orangtuanya. Ya sudah aku tunjukkan handphonenya dan, benar handphone tersebut adalah handphone curian. Dan akhirnya aku menyerahkan handphone tersebut ke Polisi itu.

Malamnya aku disuruh datang ke salah satu Polres, disana aku bertemu dengan korban dan keluarganya dan pihak counter dan Sang Maling. Keluarga korban itu lantas mengganti handphone yang aku beli dengan sejumlah uang, dan besarnya lebih kecil dari yang aku terima. Dan Si ibu (ibunya korban) bilang, kalau mau minta sisanya, silahkan perkarakan dengan Sang Maling.

Pak Polisi lantas menanyakan kepadaku, ‘Gimana mas, mau dimasukkan ke penjara atau disuruh mengganti uang sisanya saja?”. Lantas aku menemui Sang Maling itu, tampangnya lusuh, kelihatan dia adalah orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, dan Sang Maling bilang “Mas, kalau mau diperkarakan ya silahkan, tapi saya ga punya uang untuk mengganti sisanya”. Di samping Sang Maling ada istri dan anaknya yang masih balita. Aku mencoba bercakap-cakap dengan istri Sang Maling itu, dan istrinya hanya bekerja sebagai buruh pemecah batu di desanya.

Melihat kondisi dari Sang Maling itu, hatiku tergerak untuk ‘membebaskannya’ meskipun dalam hati aku ingin menghajar Sang Maling itu. Tapi, entah ada bisikan dari mana, mungkin dari Tuhan, yang berkata bahwa, ‘Theo, sudah lepaskan saja, uang sebesar itu tidak sebanding dengan hukuman yang diterima Sang Maling itu’. Aku pun berpikir seperti itu, uangnya tidak lebih dari Rp. 500.000, tetapi Sang Maling harus mendekam setahun di penjara, dan pikiranku langsung menuju ke Istri dan anaknya. Siapa nanti yang akan memberikan makan bagi mereka.

Dan, setelah pikir panjang dan berdiskusi dengan temanku. Aku ambil keputusan untuk MEMBEBASKAN Sang Maling. Aku bilang ke Pak Polisi, Pak , SAYA IKHLASKAN, SEANDAINYA BAPAK INI (SANG MALING) TIDAK BISA MENGGANTI UANGNYA, YA SUDAH TIDAK APA-APA, TOH UANGNYA JUGA TIDAK SEBERAPA. KASIHAN KALAU HARUS DIPENJARA SELAMA ITU. DAN TIDAK ADA YANG MENCARI MAKAN UNTUK ISTRI DAN ANAKNYA.

Lantas, Sang Maling dan Istrinya mengucapkan banyak terimakasih padaku, aku cuma berpesan ‘Pak (Sang Maling), jangan diulangi lagi ya perbuatannya’. Dan aku langsung meninggalkan Polres itu.

Lantas, apa yang terjadi setelah itu. Tidak tanggung-tanggung, seperti yang dikatakan Mario Teguh, Maka, jiwa yang ikhlas hidup dan bekerja bagi kebahagiaan sesamanya, akan diurus LANGSUNG oleh Tuhan. Dan jika Tuhan membayar, DIA membayar dengan kesehatan, kedamaian, keluarga, dan derajat yang tidak bisa dibeli oleh siapa pun.

Lantas, Tuhan LANSGUNG membayarnya. 2 minggu kemudian Karya Tulisku menjadi Juara 1 se-DIY-JATENG, dan tidak tanggung-tanggung, aku mengalahkan UGM, UNS, dan 4 Finalis lainnya, aku masuk KORAN KEDAULATAN JOGJA, aku dapat JOB kecil-kecilan dari BANK INDONESIA, dan tentunya uangku yang hilang sebesar Rp. 500.000 diganti berkali-kali lipat. Karena Lomba Karya Tulisnya yang mengadakan adalah BANK INDONESIA dan UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Sungguh suatu keajaiban, dan Tuhan membayar semua pengorbananku dengan hal yang lebih besar, lebih besar, yang tidak dapat dibeli oleh siapapun. Maka, ikhlaslah dalam membahagiakan sesama.

  1. August 19, 2010 at 12:47 pm

    Wah,eo..keren bgt.
    Btw,gw bru tw lo hebat bgt trnyt,prnh jd juara tu karya tlsnya.ky gt lo minder mulu.hmm..

  2. adiyuniarto
    August 19, 2010 at 3:00 pm

    hmm.. nice share I think..🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: