Home > Uncategorized > novena tiga salam maria,,yang banyak mengubah hidupku

novena tiga salam maria,,yang banyak mengubah hidupku


Sebelom makan siang,,temen2 yg len lagi sholat jum’at salam satu pesen Bapak-ku yang selalu ku-ingat adalah ini : mas,jangan lupa doa dimanapun ya,,,doa salam maria,,syuku2 kalo bisa novena tiga salam maria doa rosario juga tiap hari,,di motor,,di jalan,di kamar,,kalo ga bisa 5 peristiwa ya 1 peristiwa aja gapapa dan ternyata hal itu banyak mengubah hidupku meskipun tidak tiap hari bisa terlaksana

NOVENA TIGA SALAM MARIA

Ibu Maria, Perawan yang berkuasa, bagiMu tak ada sesuatu yang tidak mungkin, justru karena kekuasaan yang dianugerahkan Tuhan yang Maha Kuasa kepadaMu, dengan sangat aku mohon per-tolonganMu dalam kesulitan ini. Janganlah hendak-nya Kamu meninggalkan daku, sebab Engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara sulit yang
tak ada harapannya sekalipun, Engkau tetap men-jadi Perantara.

Baik keluhuran Tuhan, kehormatanMu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah, jika seandai-nya Kamu sudi mengabulkan permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonan ini benar-benar selaras dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Suci, sangat aku mohon, o Ibu yang Kuasa dalam permohonan, sudilah kiranya Ibu
meneruskan permohonanku ini ke hadirat Putera- Mu, yang pasti tidak akan menolakMu.

Pengharapanku yang besar ini berdasarkan atas kekuasaan tak terbatas yang dianugerahkan Allah Bapa padaMu.  Dan untuk menghormat besarnya kuasaMu, aku berdoa bersama-sama dengan St. Mechtildis yang Kauberitahu tentang latihan kebaktian ”Tiga Salam Maria”, yang sangat besar
manfaatnya. Salam Maria…..

Perawan Suci, yang disebut Takhta Kebijak- sanaan karena Hyang Bijaksana Sabda Allah tinggal padaMu…. Kamu yang dianugerahi pengetahuan Ilahi tak terhingga oleh PuteraMu, sebagai makhluk paling sempurna dapat menerimanya…. Kamu tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi, betapa hayatku akan pertolonganMu.

Dengan kepercayaan akan tingginya ke- bijaksanaanMu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadaMu, supaya kamu dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kedermawanan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku.
Sudilah kiranya Ibu menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk tercapainya maksudku itu.

O Maria, Ibu Kebijaksanaan Ilahi, sudilah Ibu berkenan mengabulkan permohonanku yang penting ini. Aku memohon berdasar atas kebijaksanaanMu yang tak ada bandingnya, yang dikurniakan Putera- Mu, Sabda Ilahi kepadaMu.

Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio penyiar yang rajin tentang kebaktian ”Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormat kebijaksanaanMu yang tak ada taranya. Salam Maria……

O Ibu yang baik dan lembut hati, Ibu Kerahiman Sejati yang waktu akhir-akhir ini menyebut diri ”Ibu yang penuh belas dan kasih”, aku datang padaMu, memohon dengan sangat sudilah kiranya Ibu memperlihatkan belas kasihMu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pulalah belas kasihMu kepadaku.

Aku tahu, bahwa aku tak pantas mendapat kurnia itu, sebab kerap kali aku menyedihkan HatiMu, dengan menghinakan PuteraMu. Meski betapapun besar kesalahanku, namunaku sangat menyesal, telah melukai Hati Kudus Jesus dan Hati KudusMu.  Engkau telah memperkenalkan diri sebagai ”Ibu para pendosa yang bertobat” kepada St. Birgita. Maka ampunilah kiranya segala tidak tahu terima kasihku yang dahulu. Ingatlah akan keluhur-an Tuhan saja serta kerahiman dan kebaikan HatiMu yang akan terpancar, dengan mengabulkan anugerah
permohonanku ini dengan perantaraanMu.

O Ibu perawan yang penuh kebaikan, lembut dan manis, belum pernah Engkau membiarkan yang datang mohon pertolonganMu. Atas kerahiman dan kebaikanMu, aku meng- harap dengan sangat anugerah Roh Suci padaMu,untukku. Dan demi keluhuranMu bersama dengan St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanMu serta guru kebaktian ”Tiga Salam Maria” ini, aku berdoa untuk menghormat kerahiman dan kebaikanMu Salam Maria …..

SISI TEOLOGIS NOVENA TIGA SALAM MARIA 

Banyak orang non-Katolik telah diajari sedari kecil untuk meyakini bahwa salah satu bukti nyata akan ketidakbenaran ajaran Katolik dapat dilihat dalam penghormatan yang disampaikan kepada Santa Perawan Maria dalam Gereja Katolik , dan dalam begitu banyaknya doa yang dengan penuh kepercayaan disampaikan kepada Bunda Maria oleh umat Katolik. Sementara itu, benar juga bahwa banyak orang non-Katolik, setelah mempelajari dasar-dasar kebenaran akan devosi umat Katolik kepada Maria, begitu terpikat olehnya hingga akhirnya mereka menjadi Katolik. Kebenaran tersebut sangat sederhana dan gamblang dan seluruhnya terkandung dalam dua kebenaran berikut.

1. MARIA ADALAH BUNDA ALLAH.

Katolik percaya bahwa Allah tidak terikat oleh suatu kewajiban apapun untuk memiliki seorang ibunda; Katolik percaya bahwa Ia memilih untuk memiliki seorang ibunda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Ia memilih untuk memperkenankan tubuh manusiawi-Nya dibentuk dalam rahimnya.

Ia memilih untuk memperkenankan ibunda-Nya melahirkan-Nya ke dunia sebagai seorang bayi kecil mungil. Ia memilih untuk mengijinkan ibunda-Nya menyusui-Nya, menggendong-Nya dalam pelukannya, melindungi-Nya dari mara bahaya , dan mengajari-Nya seperti layaknya seorang anak diajari oleh orangtuanya: berjalan, berbicara dan berdoa. Dengan demikian, Ia memilih untuk memberikan kepada Maria kuasa atas Diri-Nya yang hanya dapat dinyatakan dengan cinta.. Katolik percaya bahwa dalam memilih ibunda-Nya, Putra Allah memilih untuk memberikan kepadanya kuasa atas kehendak-Nya, yang karena kasih senantiasa dimiliki oleh seorang ibu yang baik bagi anaknya.

2. MARIA ADALAH BUNDA SELURUH UMAT MANUSIA.

Katolik percaya bahwa Putra Allah memilih untuk datang ke dunia melalui seorang ibunda agar ibunda-Nya itu dapat menerima pula segenap anak manusia yang berdosa sebagai saudara-saudari-Nya. Ia memberikan teladan bagaimana bunda-Nya harus dihormati dan dikasihi. Ia mempersiapkan bunda-Nya sebagai bunda seluruh umat manusia dengan memintanya untuk menanggung segala bentuk penderitaan yang mungkin, dan dengan demikian, mengajarkan kepadanya untuk menaruh belas kasihan pada segala bentuk penderitaan anak-anaknya. Jika ibunda-Nya itu adalah Bunda bagi Diri-Nya Sendiri, pastilah Ia membebaskannya dari penderitaan, oleh sebab Ia mempunyai kuasa untuk melakukannya dan karena Ia mencintai Bunda-Nya dengan kasih yang tak terbatas. Ia mengadakan mukjizat-Nya yang pertama di hadapan publik atas permintaan Bunda-Nya, dan menjelang ajal-Nya, Ia mengingatkan Bunda-Nya bahwa ia telah dipersiapkan sejak dari semula untuk menjadi bunda bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, Katolik percaya bahwa Maria pastilah dengan antusias menolong mereka, dalam pencobaan jiwa maupun badan, seperti layaknya seorang ibu dengan antusias mengusahakan kesejahteraan bagi anaknya.

Dalam Gereja Katolik, keyakinan bahwa kita bersatu dalam doa dengan yang lain diungkapkan dalam doa kepada Bunda Maria, Bunda Yesus, dan kepada para kudus. “Kita percaya akan persekutuan para kudus” yang berdoa bersama kita dan bagi kita, dalam persatuan dengan Yesus Kristus .

Doa yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah doa Salam Maria. Bagian pertama dari doa tersebut berkembang dalam abad pertengahan ketika Maria, Bunda Yesus, menjadi perhatian umat Kristiani sebagai saksi terbesar atas hidup, wafat serta kebangkitan Kristus. Bagian awal doa merupakan salam Malaikat Gabriel di Nazaret, menurut Injil Lukas:

Salam Maria,penuh rahmat, Tuhan sertamu,Dengan perkataan tersebut, malaikat Tuhan menyatakan belas kasih Ilahi. Tuhan akan menyertai Maria. Maria akan melahirkan Yesus Kristus ke dunia.Bagian selanjutnya, adalah salam yang disampaikan kepada Maria oleh Elisabet, sepupunya, seperti ditulis dalam Injil St. Lukas : terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Kata Yesus baru ditambahkan pada abad ke 13, menjadi dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus . Dan akhirnya, pada abad ke-15, bagian doa selanjutnya ditambahkan: Santa Maria , bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati.

Bagian doa tersebut memohon kepada Maria, yang penuh rahmat serta dekat dengan Putra-nya, untuk mendoakan kita orang berdosa , sekarang dan saat ajal menjelang. Bersama dengan murid kepada siapa Yesus mempercayakan ibunda-Nya di Kalvari dengan mengatakan “Inilah ibumu!”, kita mengakui Bunda Maria sebagai bunda kita. Bunda Maria akan senantiasa mendekatkan kita pada Kristus. Sejak dari permulaan Bunda Maria mengenal-Nya; ia menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitan Kristus; tidakkah Bunda Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putra-nya dan misteri hidup-Nya? Kita mengandalkan belas kasih Bunda Maria kepada kita seperti yang ia lakukan bagi pasangan pengantin di Kana, di Galilea. Kita mempercayakan segala kebutuhan kita kepada Bunda Maria.

Pada akhir abad ke-16, kebiasaan mendaraskan 150 Salam Maria dalam suatu rangkaian doa atau perpuluhan menjadi populer di kalangan umat Kristiani. Dalam doa-doa tersebut, peristiwa-peristiwa hidup, wafat dan kebangkitan Yesus direnungkan. Praktek doa itu sekarang dikenal sebagai Doa Rosario.

Bunda Maria senantiasa menjadi teladan iman dan pelindung orang-orang Kristen yang percaya.. Ketika Malaikat Gabriel datang kepadanya, ia percaya akan warta yang disampaikan malaikat dan tetap teguh pada imannya tanpa ragu sedikit pun meskipun harus melewati pencobaan gelap Kalvari. Bunda Maria mendampingi kita juga yang adalah saudara dan saudari Putra-nya, sepanjang ziarah kita di dunia yang penuh dengan kesulitan dan mara bahaya.

Selama berabad-abad telah banyak umat Kristiani mengakui bahwa doa Salam Maria merupakan sumber rahmat rohani . Setiap orang beriman Kristiani yang bersedia mempelajari Kitab Suci secara utuh tentu akan dapat memahami peran Maria dalam tata penyelamatan manusia. Doa Salam Maria alinea pertama adalah salam dari Malaekat, dan salam dari bunda Elisabeth. Dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah , Asal Mula dan Tujuan Hidup kita, dengan pengantaraan Kristus, dalam persekutuan Roh Kudus. Fungsi kepengantaraan Kristus utuh, karena Ia adalah “Firman Allah” (mewakili Allah) dan sekaligus “Yang tinggal di tengah kita” (mewakili manusia). Dan kepengantaraan Maria dalam doa terjadi karena ia adalah seorang manusia di antara kita. Dalam berdoa kita berdoa bersama Maria yang menyampaikan doa-doa kita kepada Allah dengan pengantaraan Kristus dalam persekutuan Roh Kudus . Makin rumitkah? Mudahnya, kalau kita mencintai Anak, kita juga mencintai Ibu-Nya .

Doa yang singkat dan sederhana ini membutuhkan 15 abad untuk sampai pada bentuknya yang sekarang. Begini terjadinya:

Yang pertama mengucapkan sebagian doa itu ialah malaikat Gabriel. Kemudian ada bukti-bukti bahwa sekurang-kurangnya sejak abad ke-6 umat Kristen mulai mengucapkan kata-kata malaikat itu, sebagai penghormatan bagi ibu Yesus. Kata-kata itu berbunyi: “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu”. Kata-kata ini mirip bahkan sama artinya dengan kata-kata malaikat dalam Injil: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Luk.1:28). Jadi waktu itu orang suka berdoa: “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.”

Enam abad kemudian, dalam abad ke-12, kata-kata dari Elisabet sewaktu mendapat kunjungan dari Maria ditambahkan ke dalam doa singkat itu. Kata-kata itu berbunyi “Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.” Ungkapan ini menterjemahkan seruan Elisabet: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk.1:48). Maka sejak saat itu, kurang lebih 800 tahun yang lalu, orang biasa berdoa: “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu. Amin.” Kemudian ditambahkan lagi kata Yesus, menjadi “…..buah tubuhmu Yesus”. Dan selesailah sesudah kurang lebih 12 abad bagian pertama dari doa “Salam Maria”

Bagian ke-2 dari doa “Salam Maria” mendapatkan bentuknya yang sekarang dalam waktu 3 sampai 4 abad. Mulai abad ke-13, ada penambahan-penambahan pendek. Di satu daerah orang berdoa: “… Santa Maria , doakanlah kami. Amin”. Di tempat lain orang berdoa: “..Doakanlah kami yang berdosa ini. Amin”. Dan beberapa variasi lain lagi.

Doa selengkapnya, dalam bentuknya yang sekarang ini, baru diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius V pada tahun 1568, 4 abad yang lalu. Demikianlah sejarah singkat doa Salam Maria yang kita kenal. Ternyata sarat akan tradisi yang suci, diucapkan ribuan kali oleh jutaan orang beriman yang mendahului kita, yang mengungkapkan cinta mereka akan Bunda Maria dan melalui doa ini menaruh harapannya kepada Bunda Allah.

Ave Maria
Salam Maria
A VE Maria, gratia plena, Dominus tecum. Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Iesus. Sancta Maria, Mater Dei,

ora pro nobis peccatoribus, nunc, et in hora mortis nostrae.

Amen.

S alam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria , bunda Allah,

doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati.

Amin.

Categories: Uncategorized
  1. elisabetyas
    October 3, 2009 at 4:15 pm

    Bandeng, bagus nih posting doa. Gw download ah… Ahahaha…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: