Home > Uncategorized > globALISASI dan Isu Sosial.,,review,.,dikit,.,.

globALISASI dan Isu Sosial.,,review,.,dikit,.,.


Globalisasi didefinisikan sebagai perubahan struktur sosial pada tingkat makro. Pada masa sekarang ini banyak kejadian atau fenomena sosial yang diindikasikan sebagai dampak dari globalisasi, sebut saja tindak kejahatan, kerusakan lingkungan, penganggutan, perkembangan teknologi, distribusi pendapatan dan kesejahteraan adalah dampak baik ataupun dampak buruk dari globalisasi (Cohen and Kennedy 2000).

Selain itu (Giddens 1994) mendefinisikan globalisasi sebagai proses pembentukan network antara satu region yang mempunyai latar belakang kehidupan sosial dan ekonomi yang berbeda menjadi satu network dengan region lain di permukaan bumi ini.

Globalisasi dan Isu-Isu Sosial telah menjadi bahan perdebatan yang “panas” pada dua dekade terakhir. Tidak lain karena globalisasi mempunyai dua mata positif dan negatif.

Dengan logika sederhana, globalisasi bebas mempunyai banyak dampak positif bagi suatu Negara, peningkatan kesejahteraan sosial, peningkatan standar hidup per kapita, kemudahan akses pasar adalah contoh hasil positif dari perdagangan bebas (Lorand Bartels 2004). Dan World Trade Organization mengklaim bahwa tujuan utama globalisasi adalah untuk meningkatkan taraf hidup di suatu Negara [1].

Tetapi simbiosis mutualisme antara G&IS menjadi sesuatu yang ambigu. Pada level tertentu perubahan struktur ekonomi yang diakibatkan oleh meningkatnya perdagangan dapat menyerap jumlah tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, tetapi juga dapat mengakibatkan pengangguran yang berkepanjangan pada sektor yang tidak produktif.

Ambiguitas antara G&IS juga terjadi pada lingkungan hidup. Di satu sisi, efisiensi ekonomi yang dihasilkan dari efisiensi perdagangan dapat memberikan efisiensi pada penggunaan sumber daya alam. Tetapi di sisi lain, peningkatan pada aktivitas ekonomi yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah perdagangan dapat menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam dan irresponsibility dalam hal social, environmental, dan human rights yang dilakukan perusahaan atas aktivitas bisnisnya.

          Dari sisi konsumen, globalisasi dapat meningkatkan daya beli konsumen terhadap barang-barang konsumsi dan konsumen dapat dengan bebas memilih barang-barang yang akan dibelinya, karena mandapatkan kemudahan akses pasar baik barang domestik maupun barang impor. Tetapi nilai-nilai sosial menjadi taruhannya, dimana suatu Negara dapat kehilangan identitas dan budayanya karena terjadi penyerapan dan konsumsi serta kecenderungan untuk menggunakan barang impor yang dianggap lebih baik kualitasnya



[1] World Commission on the Social Dimension of Globalization, A Fair Globalization – CreatingOpportunities for All (Geneva: ILO, 2004)

 

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: